Cerita Plus Plus

Cerita Seks dan 17 Plus Plus Cerita Panas Cerita Dewasa Cerita Ngentot Pengalaman ML Pengalaman Sex Pengalaman Seks Meniduri Pembantu

window.open('http://graizoah.com/afu.php?zoneid=3334601')

Jumat, 30 Oktober 2015

Family Slave – Part 2

Pagi itu aku terbangun dengan perasaan puas setelah semalam bisa menyiksa Vina dan anaknya. Saat ku bangun dari tidur dapat kulihat Winda yang tidur disampingku, dipojok kamar dapat kulihat Vina dan kedua orang anaknya yang tengah tertidur dengan tubuh telanjang dan kedua tangan mereka terborgol. Langsung saja aku bangun dari ranjang dan kudekati mereka bertiga. Saat aku sudah ada didepannya sengaja kutendang dengan kasar paha milik Vina. Hal ini tentu saja membuat dirinya terbangun dari tidurnya sambil berteriak kesakitan. Teriakan itu juga membuat Winda yang masih terbaring di ranjang jadi terbangun, begitu juga dengan kedua adiknya Rasya dan Ghea yang berada di samping mamanya. Aku dapat melihat wajah Rasya yang tampak ketakutan, mungkin dia berpikir apa yang akan dilakukan olehku selanjutnya. Secara perlahan kudekati mereka bertiga lalu saat sudah dekat aku langsung berkata pada mereka.
Dengar baik-baik, borgol kalian akan kulepas tapi jangan coba-coba untuk melawan lagi. Setelah aku lepas aku mau kita semua keluar dari kamar dan selanjutnya kalian akan mendapat sarapan ucapku sambil membuka borgol mereka satu persatu mulai dari Ghea dan yang terakhir adalah Vina.
Saat mereka semua sudah bebas tak ada lagi yang mengikat, Ghea bertanya dengan agak takut tentang bajunya. Dia bilang dia malu kalau dia harus keluar dengan keadaan telanjang. Tapi aku langsung saja menjawab bahwa seorang budak ngak perlu pakai baju dan kubilang juga bahwa mulai saat ini selama mereka ada di dalam rumah mereka semua kularang untuk memakai baju. Vina protes mendengar apa yang baru saja aku katakan, dia tak terima kalau dia harus telanjang didalam rumah. Dia berkata apa kata pembantu saat melihat majikan mereka tak memakai baju sama sekali. Aku bilang aku tak perduli dengan apa yang ia pikirkan dan saat itu kubentak dirinya dengan keras.
Aku tak perduli, justru aku merasa itu pantas buatmu. Lagipula kamu sudah jadi budakku jadi buat apa kamu memakai baju, oh iya mulai sekarang kedua orang pembantu kita tadi adalah majikanmu. Jadi sekarang cepat kalian semua keluar dan ucapkan salam pada majikan kalian yang baru ucapku sambil berusaha menyeret Vina agar keluar dari kamar.
Menyeret Vina keluar dari kamar sangatlah tidak mudah, Vina mencoba melawan apa yang kulakukan. Ditambah lagi Rasya dan Ghea yang berusaha membantu mama mereka agar tak ditarik keluar dari kamar. Winda juga ikut turun dari ranjang dan berusaha menahanku agar diriku tidak melakukan apa yang baru saja kuucapkan. Winda memegang kakiku sambil memohon bahwa dia malu kalau harus keluar tanpa baju sama sekali, tetapi dia juga berkata kalau kedua adiknya dibolehkan memakai pakaian mereka maka ia akan berjalan keluar kamar tanpa perlu dipaksa. Mendengar ucapan Winda aku jadi punya ide, saat itu aku langsung bertanya pada Vina apa dia mau berjalan sendiri keluar kamar tanpa baju atau aku perlu dia untuk ditemani dengan semua anaknya. Inti pertanyaanku pada Vina adalah apa ia mau berkorban sendiri untuk anaknya atau perlu semua anaknya menerima hal yang sama macam ibunya.
Kau dengar perkataanku kan Vina. Sekarang kamu pilih kamu sendiri saja yang telanjang atau perlu semua dengan anakmu yang telanjang. Tinggal kau pilih apa kau mau berkorban untuk putrimu atau tidak
Mendengar perkataanku dapat kulihat wajah bingung dari Vina. Aku yakin dia pasti bingung, tapi aku juga yakin dengan jawaban yang akan kudapat nantinya. Aku yakin Vina pasti memilih biar dirinya saja yang telanjang, lagipula dia seorang ibu, mana ada seorang ibu yang tidak mencoba menolong anaknya. Dan benar saja Vina langsung berkata padaku kalau biar dirinya saja yang harus menerima semua ini. Benar apa yang kupikirkan kendati anaknya berusaha melarang mamanya untuk melakukan hal itu, tetapi nalurinya sebagai seorang ibu tentu saja berkata lain. Aku pun berkata pada Vina kalau semua anaknya boleh memakai pakaian saat mereka keluar dari kamar. Saat itu kubuka lemari pakaian Vina dan kuambil tiga baju tidur dan kuberikan pada mereka agar dipakai. Dapat kulihat mereka agak sedikit ragu saat kuberi mereka baju tidur yang biasa dipakai mama mereka, terang saja mereka ragu kendati kubilang baju tidur sebenarnya itu lebih mirip set lingerie.
Kenapa tidak puas, ini masih lebih baik daripada kalian keluar tanpa sehelai benangpun. Lagipula papa lihat kalian cukup seksi dengan baju milik mama kalian. Lihat Vina semua putrimu ternyata suka berpakaian seksi macam dirimu.
Melihat mereka semua sudah memakai apa yang kuberi, saat itu kuperintahkan pada Vina untuk berjalan keluar dari kamar. Aku perintahkan dia berjalan didepanku dan ketiga putrinya berada dibelakangku. Sambil berjalan keluar dapat kudengar suara tangis keluar dari Vina, walau hanya tangisan lirih tetapi itu membuat aku gembira melihatnya tersiksa. Setelah keluar dari kamar langsung saja kusuruh dirinya untuk berjalan menuju ruang makan. Vina agak takut saat langkah kakinya mendekati ruang makan, dia bisa mendengar kalau ada orang yang sedang berada di tempat yang akan ia tuju. Benar saja saat Vina sampai diruang makan ia bisa melihat wajah terkejut dari Yati pembantunya melihat majikannya datang tanpa sehelai baju yang melekat ditubuhnya. Yati pembantuku itu juga tambah terkejut saat melihat aku datang dalam keadaan yang sama dan melihat ketiga orang nona majikannya datang dalam keadaan yang boleh dibilang cukup seksi.
Kenapa terkejut mbok, mbok ngak usah terkejut mulai saat ini beginilah mbok akan melihat tampilan istriku saat dia berada dirumah ucapku pada mbok Yati pembantuku sambil aku kemudian menjelaskan padanya kenapa bisa istriku mendapat perlakuan seperti ini. Mendengar penjelasanku simbok hanya bisa mangut- mangut saja, saat itu aku juga perintahkan padanya untuk memanggil suaminya Tarno kesini agar dia bisa mendengar dan melihat semuanya dengan jelas. Selesai aku berkata Yati langsung saja keluar untuk memangil suaminya, aku kemudian duduk di meja makan sambil kubilang pada Winda agar mengajak kedua orang adiknya untuk duduk. Tetapi untuk Vina kuperintahkan padanya untuk tetap berdiri disampingku. Setelah duduk kubilang pada mereka bertiga untuk makan, aku juga bilang bahwa ini bentuk niat baikku pada mereka, sebab kalau aku mau bisa saja aku buat mereka mati kelaparan dijalanan. Saat kuambilkan makanan untuk mereka makan dapat kulihat kalau Ghea menangis, mungkin dia tidak tega melihat mamanya seperti itu, saat itu kubilang pada Rasya agar dia membujuk adiknya supaya berhenti menangis atau dia juga akan menerima hal yang sama seperti mamanya. Dilain pihak Winda tampak tidak bisa menelan makanannya, mungkin dalam hati dia berpikir siksaan apalagi yang harus diterima oleh mamanya dan dirinya dan kedua adiknya harus saksikan secara langsung.
Tak berapa lama kemudian Yati datang bersama dengan suaminya Tarno, dapat kulihat wajah terkejut dari Tarno saat dia melihat majikannya dalam keadaan seperti ini. Tak mau berlama-lama aku langsung bilang hal yang sama dengan yang kubilang pada Yati istrinya, aku juga bilang bahwa sebagai balas jasa untuk melayaniku selama ini aku memperbolehkannya untuk menyetubuhi Vina. Mendengar ucapanku Tarno tampak terkejut, tapi kubilang padanya bahwa saat ini Vina adalah budakku dan sekarang status dirinya lebih rendah dari seorang pembantu jadi dia boleh saja meperkosanya kalau dia mau. Vina juga tampak kaget mendengar ucapanku, dia bahkan melihat ke arah Tarno. Vina dapat melihat mata Tarno yang berkilat seakan ingin memakan dirinya. Aku yakin Vina saat ini pasti takut dengan apa yang akan terjadi, rasanya sangat menyenangakan melihat Vina diperkosa oleh lelaki yang sering ia lecehkan. Disisi lain Tarno tampak begitu senang, entah mimpi apa dia semalam kok bisa-bisanya hari ini dia mendapat rejeki macam ini.
Tarno sebenarnya sudah lama mengicar majikannya itu, jujur saja Vina majikannya itu seringkali tanpa alasan yang jelas memarahinya. Dia sebenarnya sudah tidak tahan untuk membalas semua yang pernah dilakukan oleh Vina majikannya, cuma dia masih menahan semua hinaan yang ia terima karena pak Pandu majikannya yang satu lagi sangat baik padanya. Coba kalau bukan karena banyaknya hutang budi yang dia miliki pada pak Pandu mungkin dia dan istrinya sudah lama pergi dari rumah ini. Selain itu dia sebenarnya juga tahu dengan rahasia ibu Vina majikannya yang sering membawa lelaki masuk kedalam kamar saat suaminya tidak ada dirumah, tetapi dia tak berani melaporkan hal itu pada pak Pandu karena Vina majikannya mengancam kalau dia akan melakukan hal yang buruk pada istrinya. Kini semua ancaman itu tak akan bisa berlaku lagi padanya, sebab pak Pandu telah mengetahui semua kebusukannya. Tarno juga bertambah senang saat majikannya bilang pada dirinya kalau dia boleh menyetubuhi Vina majikannya itu. Jujur saja saat melihat tubuh Vina yang masih montok dan seksi dibanding dengan istrinya Yati, nafsu Tarno menjadi terbangun. Rasanya ingin cepat-cepat saja dia menerkam tubuh seksi Vina, tetapi dia tahu kalau dia tak boleh buru-buru. Tarno takut kalau tiba-tiba pak Pandu berubah pikiran dan tak mengijinkannya untuk menyetuh tubuh Vina, tetapi akhirnya yang ditunggu tiba pak Pandu meminta dia untuk mulai menyetubuhi Vina.
Dilain pihak Yati tampak sedikit kesal saat majikannya bilang kalau suaminya boleh menyetubuhi Vina istri majikannya. Yati kesal karena dia melihat suaminya tampak bersemangat saat majikannya bilang kalau dia boleh memperkosa istrinya. Yati tahu kalau suaminya seringkali memadang tubuh Vina majikannya saat dia baru saja selesai berenang atau saat Vina majikannya memakai baju yang seksi. Yati kesal karena dengan diberi ijin berarti Tarno suaminya bakal melupakan dirinya dan lebih asyik dengan Vina. Tetapi rasa kesal Yati sedikit terobati saat pak Pandu bilang pada dirinya kalau dia boleh saja ikut menyiksa istrinya. Yati tampak senang karena dia boleh membalas rasa sakit hatinya pada Vina yang seringkali memarahi dan menghinanya.
Tak mau menunggu terlalu lama kuperintahkan Vina agar dia mendekati Tarno. Vina tampak ketakutan dan berusaha menghidar, tetapi kuancam dirinya kalau dia tidak mau melakukan hal itu biar anaknya saja yang menggantikan dirinya. Mendengar ancamanku Vina hanya bisa patuh dan mulai mendekati Tarno. Saat dia sudah berada didepannya kuperintahkan pada Vina agar dia membuka semua baju yang Tarno pakai dengan tangannya. Tarno tampak senang dengan keadaan ini, dia tak pernah menyangka kalau Vina sendiri yang akan membuka semua bajunya. Saat Vina tengah membuka bajunya, secara sengaja Tarno berusaha mencium tubuh Vina. Dirinya ingin menghirup aroma wanita yang selama ini menjadi impiannya untuk dia perkosa ternyata saat ini dengan sukarela menyerahkan dirinya untuk ia setubuhi. Tarno mencium aroma dari tubuh Vina, terasa berbeda dengan aroma istrinya, dia pikir apa ini karena Vina yang sering melakukan perawatan sehingga aromanya berbeda dengan sang istri. Selain itu Tarno kini dapat melihat dengan jelas bentuk tubuh Vina majikannya, tubuh Vina sangatlah berbeda dengan sang istri, tubuhnya masih terlihat kencang dan Tarno dapat melihat tidak ada tanda keriput di wajah Vina lain dengan istrinya Yati. Tak hanya mencoba mencium aroma tubuh Vina, tangan Tarno juga berusaha untuk menyentuh susu Vina yang tentu saja berusaha dihindari oleh Vina.
Melihat Vina yang tersiksa harus melayani lelaki seperti Tarno membuatku menjadi terangsang, tak mau tinggal diam kuminta pada Winda untuk segera mengulum penisku sambil kubilang pada Rasya dan Ghea untuk terus melihat semua yang akan terjadi pada mama mereka kendati mereka mencoba untuk menutup mata mereka. Vina tersiksa dengan apa yang harus ia lakukan saat ini, kini dia harus merendahkan dirinya untuk melayani lelaki yang dulu ia sering hina. Selain itu secara tiba-tiba ia dikejutkan dengan rasa sakit di pantatnya saat secara tiba-tiba Yati istri Tarno menamparnya dengan keras pada pantatnya.
Kenapa berhenti cepat kamu teruskan buka baju suamiku atau aku perlu tusuk pantat kamu dengan garpu yang aku pegang sekarang ucap Yati pada Vina sambil memperlihatkan padanya garpu yang ia pegang.
Merasa takut Vina melanjutkan apa yang tadi sempat terhenti, ia melepaskan semua baju yang dipakai oleh Tarno. Tapi saat melakukannya tamparan Yati tak berhenti bahkan dia dapat merasakan saat Yati menusuk pantatnya dengan garpu ditangannya. Merasa sakit Vina hanya bisa terus saja melanjutkan lagipula saat itu tangan Tarno dengan kasarnya meremas kedua payudaranya sambil mulutnya mencoba mencium lehernya. Vina merasa aneh didepan Tarno mencoba memperkosanya dan dibelakang Yati tengah menyiksa dirinya, hingga tanpa sadar dia mengeluarkan suara lenguhan. Mendengar suara itu tentu saja aku hanya tertawa keras sambil berkata pada Vina kalau dia telah menyadari kalau dia adalah seorang budak, buktinya dia bisa terangsang dengan menerima siksaan pada dirinya. Mendengar ucapan itu Vina hanya bisa diam tapi saat itu Tarno berkata padaku.
Tuan boleh tidak saat ini juga aku memasukkan milikku, aku sudah ngak tahan pinta Tarno sambil mencoba membuat tangan Vina agar mengenggam miliknya. Mendengar ucapannya aku hanya menganguk saja, dan aku rasa itu sudah cukup untuk jawabanya. Tetapi saat itu juga kusuruh Ghea ke kamar dan mengambil benda yang dipakai kakaknya tadi malam.
Tenang saja Yati aku bakal membuatku merasakan hal yang sama dengan suamimu. Kamu bakal bisa merasakan bagaimana rasanya memperkosa tubuh istriku dengan benda yang akan kuberi nanti, jadi sekarang kamu tunggu saja ucapku yang saat itu melihat Vina dipaksa mengocok penis Tarno dengan tangannnya. Tak perlu menunggu lama Ghea kembali dengan membawa benda yang kuminta dan segera saja kuberikan benda itu pada Yati yang tampak bingung saat menerimanya.
Kamu ngak usah bingung kamu pakai saja sama seperti kamu memakai celana dalam seperti biasa, cuma bedanya kamu bakalan kaya punya penis macam lelaki saat kamu pakai itu
Yati pun mulai memakai celana dildo itu setelah sebelumnya dia mencopot semua pakaian yang ia pakai. Kini keadaan Yati tampak sudah siap untuk memperkosa Vina dengan dildo yang menempel di bagian bawah tubuhnya.
Wah mbok kok sekarang kamu punya kaya punyaku. Dah sekarang mending aku ambil lubang depan dan kamu ambil lubang belakang ucap Tarno yang kemudian mengambil sebuah kursi lalu duduk dan kemudian meminta Vina untuk duduk di pangkuannya. Vina tentu paham dengan maksud Tarno, tapi dia agak sedikit ragu apa dia harus melakukan semua itu apalagi didepan anaknya. Tapi Vina kemudian dikejutkan dengan dorongan pada tubuhnya yang dilakukan oleh Yati. Yati bilang pada dirinya untuk segera melakukan hal itu atau dia mau tubuhnya disiksa lebih keras lagi olehnya. Tak mau disiksa oleh Yati, Vina segera melakukan apa yang Tarno kehendaki. Dirinya segera duduk dipangkuan Tarno, secara perlahan dipaskan penis Tarno agar pas pada memeknya, setelah pas dia mulai menurunkan tubuhnya pelan-pelan. Tapi secara tiba-tiba Yati mendorong tubuhnya agar penis milik Tarno masuk kedalam memeknya dalam sekali hentakan, Vina merasa tersiksa karena saat itu memeknya masih kering sehingga dia merasa sakit saat penis Tarno yang besar memasukinya. Selain itu rasa sakit Vina bertambah lagi saat Yati menusukkan dildo yang ia pakai pada anusnya.
Rasa sakit yang sangat menyiksa dirasakan oleh Vina saat Tarno dan Yati mulai mengocok keluar masuk miliknya. Vina merasa lebih tersiksa pada anusnya karena ukurannya lebih besar dari penis Tarno yang saat ini tengah mengocok memeknya. Tapi ada yang tidak disadari oleh Vina ketika secara tiba-tiba ia mengeluarkan suara desahan menikmati apa yang menimpa dirinya. Aku yang saat itu tengah mengentot Winda di pangkuanku hanya tertawa, Tarno saat itu juga berkata pada Vina kalau dia memang pas jadi budak kontolnya saja buktinya saat dia tak mengenjot miliknya malah Vina sendiri yang bergoyang agar dirinya tetap bisa merasa nikmat. Yati juga tertawa pada nyonya dia bilang kalau Vina lebih pantas disebut sebagai anjing karena lidahnya yang menjulur-julur saat dirinya ditusuk pada anusnya. Disisi lain dapat kulihat Rasya dan Ghea tampak tersiksa dengan pemandangan yang mereka lihat saat ini, mereka merasa tidak tega melihat mamanya mendapat perlakuan macam itu. Melihat mereka berdua aku bilang bahwa itu hukuman yang pantas diterima oleh mama mereka, kalau mereka merasa tersiksa mereka boleh saja mengantikan mama mereka. Tapi dapat kulihat wajah takut saat kubilang begitu pada mereka berdua, aku yakin mereka takut sebab saat ini Vina mama mereka tengah mendapat siksaan yang lebih lagi.
Saat ini kedua susu Vina dikenyot dengan kasar oleh Tarno, sementara rambutnya ditarik oleh Yati yang membuat kepalanya menengadah ke atas. Tak cukup pentil Vina juga digigit oleh Tarno dengan kasarnya dan lehernya digigit oleh Yati yang akhirnya tentu saja membuat dirinya berteriak. Teriakan Vina cukup keras aku yakin dia pasti tersiksa, tapi entah kenapa di sela teriakannya dapat kudengar suara desahan yang keluar dari mulutnya. Melihat semua itu aku hanya tertawa dalam hati, ternyata dibalik sifat Vina yang suka menghina dan melecehkan orang yang statusnya lebih rendah darinya, ia ternyata memiliki sifat masochism. Rasanya senang melihat bahwa semua rencanaku berjalan lancar, saat itu aku berkata pada Tarno.
Tarno kalau kamu merasa susah, kamu bawa saja Vina ke kamarmu biar kamu merasa lebih puas menyiksa Vina. Kamu Yati ngak usah ragu untuk menyuruh Vina melakukan semua pekerjaan kamu toh sekarang dia juga sudah menjadi budak kalian berdua
Ayo Winda, Rasya,Ghea sekarang kalian kembali kedalam kamar, papa mau entoti kalian semua sampai kalian tak bisa bangun dari ranjang ucapku pada mereka bertiga sambil membopong tubuh Winda dalam gendonganku.
Setelah aku pergi Tarno dengan penuh semangat menyetubuhi Vina, dia bahkan meminta Yati istrinya untuk berhenti sebentar agar dia bisa menikmati dirinya mengentot Vina. Yati yang mendengar itu hanya bisa pasrah dia tahu kalau suaminya telah tergila gila dengan tubuh nyonyanya yang kini sudah jadi budak mereka berdua, tapi dia merasa lega karena sang majikan tak mengijinkan suaminya untuk menyentuh ketiga orang putrinya. Kalau hal itu sampai terjadi Yati bisa membayangkan kalau suaminya bakal lebih memilih untuk tidur dengan salah satu dari mereka bertiga. Setelah Yati menarik keluar dildo dari anus Vina, Tarno langsung saja bangkit dari kursi dan dia segera mendorong tubuh Vina agar terlentang di lantai. Vina merasa dingin saat tubuhnya terbaring di lantai marmer rumahnya, tapi itu tak lama karena beberapa saat kemudian Tarno segera menindih tubuhnya. Rasanya sangat sesak saat tubuh besar Tarno menindih tubuhnya, apalagi dirinya juga merasa muak saat Tarno mencoba mencium bibirnya. Mulut Tarno yang bau rokok membuat Vina merasa mual saat dia mencoba menciumnya, tak hanya mencium dia juga menjilati seluruh wajahnya seakan ingin membuat Vina tahu bahwa dirinya sudah menjadi miliknya.
Merasa mual Vina coba memalingkan mukanya tetapi hal ini malah berakibat tamparan pada wajahnya. Vina merasa sakit dia tak pernah menyangka kalau Tarno bisa menampar dirinya, selain tamparan yang dia terima ia juga mendapat tendangan pada perutnya oleh Yati. Yati berkata pada dirinya kalau dia tak boleh menghina suaminya dengan menolak melayaninya kalau dia sampai menolak lagi bukan hanya tendangan tapi siksaan lain yang akan menimpa tubuhnya. Merasa takut Vina hanya bisa diam saat Tarno mencoba untuk mencium dirinya kembali, kendati dia mual dengan bau mulut Tarno dia mencoba untuk bertahan untuk tidak mendapat siksaan kembali.
Kembali pada diriku yang tengah bersama tiga orang putri Vina dalam kamar, aku membuat mereka semua terbaring diranjang. Kulihat Winda yang tengah kelelahan sehabis aku entot, dan disisi lain aku dapat melihat wajah ketakutan Rasya dan Ghea yang mencoba memeluk kakaknya.
Oke Rasya sesuai janji kamu semalam papa ngak akan menyentuh adikmu, tetapi saat ini papa mau kamu sendiri yang menyalani papa tanpa perlu papa paksa. Lagipula setelah melihat semua yang baru saja terjadi kamu tentu sudah tahu bagaimana cara agar bisa memuaskan papamu. Winda cepat kamu bangun dan buat adikmu bisa belajar agar dirinya bisa memuaskan seorang pria
Winda kemudian bangun dan mendekati Rasya adiknya, Rasya tampak ketakutan saat Winda dekat dengannya. Winda lalu berbisik pada Rasya kalau dia harus melakukan semua yang ia katakan agar dia bisa memuaskan papa. Rasya sebenarnya takut dengan apa yang baru saja dikatakan kakaknya, tetapi demi janjinya agar Ghea adiknya bisa selamat dia harus melakukannya. Secara perlahan Rasya mencoba untuk mendekati diriku yang kini tengah terbaring diranjang. Saat itu tangan Rasya dipegang oleh Winda agar memengang milikku yang masih tidur. Rasya tampak grogi saat tangannya kini memegang langsung milikku, Winda saat itu membisikinya agar dia mulai mengocok penis itu agar menjadi keras. Aku dengan tenang menerima perlakuan Raysa saat dia mulai mengocok milikku dengan tangannya. Aku senang karena dia mulai bisa melayaniku dengan benar, dalam hatiku aku berkata bahwa ini baru awalnya saja. Aku akan membuat ketiga anak ini rusak mentalnya, sehingga yang ada dalam pikiran mereka cuma soal seks dan seks saja. Untuk Winda hal ini mudah kulakukan karena dia sudah merasakan hubungan seks, tinggal dipoles sedikit saja agar dia sadar kalau posisinya saat ini tak lebih dari seorang budak. Tapi untuk dua orang adiknya Rasya dan Ghea cara yang akan kupakai sedikit berbeda, mereka berdua akan terus kupaksa melihat pemandangan dimana kakak mereka Winda aku setubuhi. Aku yakin dengan cara itu pikiran mereka berdua akan teracuni dengan keinginan untuk berhubungan intim. Tapi kalau cara itu tak berhasil aku masih punya cadangan lain yang masih bisa kupakai.
Kocokan Rasya pada penisku mulai bertambah kencang, selain kocokan yang kuterima Winda entah sengaja atau tidak mulai menjilati pelirku. Dengan berbaring disebelah kanan Rasya, dia mulai mainkan lidahnya pada kantongku. Aku senang dengan perkembangan ini, tampaknya Winda sudah bisa terima dengan status dia sebagai budakku, kulihat Rasya juga berhenti mengocok penisku dengan tangannya dan mulai berganti menjilati batang penisku dengan mulutnya. Tapi ada rasa geli karena Rasya masih belum mahir seperti kakaknya, dia masih terlihat kaku saat dirinya melakukan hal itu. Melihat hal itu aku langsung saja berkata pada Winda.
Winda coba kamu perlihatkan pada adikmu cara yang benar buat blowjob punya cowok. Rasya setelah kakakmu memperlihatkan caranya giliran kamu yang harus membuat papa keluar dengan mulut kecilmu itu
Mendengar perintahku Winda segera berganti dengan Rasya, mulai dijilatinya seluruh batang penisku. Tak hanya itu Winda mulai memasukkan kepala penisku dalam mulutnya, dikulumnya milikku macam es lolipop. Setelah bermain-main mulai ditelannya seluruh batangku dalam mulutnya, aku dapat merasa lidah Winda yang seperti menjilati seluruh bagian penisku dalam mulutnya. Melihat sang kakak melakukan hal itu membuat Rasya jadi jijik, kendati semalam dia sudah pernah melakukan yang sama tapi keadaannya sangat berbeda. Saat ini Rasya dapat melihat kalau kakaknya menikmati saat dirinya halus mengulum penis ayahnya, tapi tadi malam Rasya baru saja dipaksa untuk melakukan hal itu juga. Rasya bertanya dalam hati kenapa kak Winda terlihat sangat menikmatinya bahkan dia juga menjerit saat ayah meremas susunya, apa yang berbeda dengan dia dan kakaknya. Sambil berpikir entah sadar atau tidak tangannya mulai meremas-remas sendiri tubuhnya. Rasya tampaknya tak sadar saat tangan kanannya mulai meremas susunya dan tangan kirinya juga mengaruk memeknya, entah dia sadar atau tidak dia mulai mengeluarkan suara desahan saat dia melakukan hal itu. Disisi lain Ghea adiknya juga mulai melakukan hal yang sama dengan Rasya kakaknya. Aku yang saat itu tengah menikmati sepongan Winda dapat melihat kalau mereka berdua sudah mulai terangsang dengan pemandangan yang mereka lihat. Aku hanya tertawa dalam hati aku yakin ini karena bawaan dari Vina sehingga anaknya bisa dengan mudahnya terangsang melihat hal seperti ini.
Puas dengan sepongan dari Winda aku segera minta dia untuk berlanjut ke adegan lain. Winda paham dia segera menghentikan sepongan dan mulai naik menindih tubuhku. Dalam posisi aku yang tengah terbaring diranjang Winda mulai menindih tubuhku dalam posisi duduk. Cukup susah juga saat dia akan duduk karena penisku belum masuk dengan benar dalam memeknya, setelah yakin masuk Winda mulai melakukan gerakan naik turun diatasku. Aku juga tak tinggal diam tanganku mulai meremas susu Winda yang masih terbungkus lingerie yang ia pakai, kupikir cocok juga lingerie ini dengan tubuh Winda aku jadi melihat dia makin seksi dengan memakainya. Apalagi saat ini melihat dia pakai lingerie itu sambil menyetubuhi aku membuat batangku jadi semakin keras sehingga tak butuh waktu lama bagiku untuk menyemprotkan pejuku dalam memeknya.
Setelah aku keluar kudorong tubuh Winda kesamping dan aku segera turun dari ranjang. Aku turun untuk mengambil obat yang kusimpan di laciku. Obat yang kuambil tentu saja obat kuat, obat ini sengaja aku beli agar aku bisa membalas sakit hatiku dengan memperkosa Vina dan ketiga putrinya sampai puas. Tak kusangka ada guna juga ini obat, sebab aku berpikir kalau aku harus menyetubuhi Winda dan Rasya seharian tubuhku bakal ngak kuat. Setelah kuminum obat itu aku dapat melihat secara langsung hasilnya penisku yang mengkerut kini sudah tegak lagi dan siap untuk menembus memek Rasya yang terlihat ketakutan saat dia kudekati.
Kembali pada Vina yang saat ini dirinya tengah dientot dengan kasar oleh Tarno. Vina saat ini hanya bisa diam saja saat penis milik Tarno masuk kembali dalam memeknya. Vina masih merasa sakit akibat tendangan dari Yati hanya bisa berteriak saat penis Tarno dengan kasarnya menusuk memeknya. Vina tak tahu harus berbuat apa lagi, kini dia hanya bisa diam saja saat Tarno pembantunya memperkosa dirinya. Dilain pihak Tarno tampak begitu senang karena Vina kini tak lagi melawan saat ia dengan kasar memperkosa dirinya, tapi saat itu Tarno sempat berpikir coba saja kalau dia boleh menyentuh salah satu nona majikannya itu entah Winda atau Rasya dia pasti akan lebih bahagia lagi. Lagipula seperti yang dia dengar dari tuannya bahwa nyonya besarnya dan ketiga orang putrinya telah berubah statusnya menjadi seorang budak. Tapi Tarno sadar kalau impiannya itu mungkin akan sulit tercapai, dia pasti tak akan bisa menyentuh ketiga anak majikannya itu walau kini mereka sudah jadi budak, biarlah toh yang penting saat ini dia sudah bisa melampiaskan sakit hatinya dengan menyetubuhi Vina. Saat sedang enak ia dikejutkan dengan suara Yati istrinya.
Mas coba kamu jangan tindih terus itu budak, aku pengen dia jilati memekku sama lidahnya. Biar dia tahu bagaimana rasa kalau ditindas ucap Yati pada suaminya yang segera dibalas dengan tindakan Tarno yang membiarkan Yati mengangkangi wajah dari Vina.
Ayo cepat bu, cepat ibu jilat memek Yati bukannya dulu ibu bilang kalau Yati ngak pantas untuk menjilat kaki ibu. Sekarang lihat ibu sendiri yang harus menjilat memek babu ibu sendiri ucap Yati sambil menekan memeknya agar semakin menempel ke wajah Vina.
Vina saat itu hanya bisa patuh, secara pelan mulai dijilati memek Yati. Vina saat itu merasa mual saat ia mencium bau memek Yati, baunya sangatlah tidak enak. Vina yakin ini karena Yati yang kurang bersih dalam merawat organ kewanitaannya sehingga baunya ngak enak begini. Tapi saat itu Vina tak punya pilihan lain dia harus mau menjilati memek Yati kendati baunya membuat dia ingin muntah. Saat menjilati memek Yati, Vina menangis sedih dia berkata dalam hatinya kenapa dia harus berselingkuh dan juga harus hamil dengan anak yang bukan dari benih Pandu suaminya. Tapi dia sadar nasi kini sudah jadi bubur tak ada gunanya ia menyesali apa yang sudah terjadi. Paling tidak ia bersyukur dalam hati ketiga orang anaknya tidak perlu menjalani siksaan seperti dirinya, walau kini orang yang mereka kira ayahnya memperkosa mereka hal itu masih lebih baik ketimbang dua orang ini apalagi Tarno yang saat ini tengah menyetubuhinya yang harus melakukan siksaan dengan cara memperkosa ketiga anaknya didepan dirinya. Lagipula saat itu ketiga anaknya sudah tidak terlihat lagi, Vina tahu mereka bertiga pasti sedang ada dikamar, ayah mereka pasti tengah memperkosa mereka dengan sangat buas.
Saat sedang menjilati memek Yati, Vina dibuat terkejut dengan Yati yang tiba-tiba mengencingi wajahnya. Rupa saat itu Yati merasa geli dengan jilatan yang diterimanya hingga ia tanpa sadar keluar air kencingnya. Vina yang ada dibawahnya kaget saat ia menerima air kencing Yati, Tarno yang melihat hanya tertawa sambil berkata kalau itu cara yang bagus buat menghukum dirinya. Sementara itu Yati kesal kenapa dia malah kecing, tapi dia juga senang paling tidak rasa sakit hatinya sedikit terbalas dengan kencing di wajah Vina. Saat itu Tarno yang sedang sibuk mengetot memek Vina berkata kalau ia keluar sebentar lagi.
Pak keluarin diluar saja aku ngak mau kamu hamilin perempuan ini. Ayo pak biar aku hisap punyamu
Terlambat bu, aku sudah ngak tahan aahh aku keluar
Yati tampak kesal saat suaminya bukannya keluar diluar malah keluar didalam, dia juga kesal karena Tarno suaminya tampak senang bisa menyemprotkan pejunya dalam memek Vina. Saking kesalnya ia akhirnya berkata pada Vina kalau dia sekarang tak ubahnya seperti pelacur yang siap menampung peju dari setiap lelaki yang tidur dengannya. Untuk melampiaskan rasa kesalnya Yati sengaja menekan memeknya ke wajah Vina agar ia susah bernapas. Mendapat perlakuan seperti itu tentu saja Vina jadi susah bernapas, untung saja Tarno saat itu bertindak cepat dia bilang pada istrinya jangan sampai ia kesal sehingga bisa membunuh Vina. Mendengar ucapan suaminya Yati sadar ia ngak boleh terlalu kesal walau saat ini Vina sudah diberikan oleh majikannya untuk jadi budaknya, tapi ia ngak boleh terlalu memaksa Vina sampai batasnya. Gimana kalau sampai ia meninggal bisa repot tentu urusannya, pak Pandu majikannya tentu bakal menyalahkan dia dan suaminya, bahkan mereka berdua bisa masuk penjara. Tak mau itu terjadi Yati segera mengangkat tubuhnya dan membiarkan Vina mengambil nafas.
Vina merasa lega saat dia bisa bernapas lagi, tapi dia juga merasa sedih kenapa bisa orang seperti Tarno menembakkan spermanya dalam rahimnya. Walau kemungkinannya kecil tapi bagiamana kalau ia hamil anak Tarno, apa kata anaknya saat melihat mama mereka hamil oleh pemerkosanya. Vina hanya bisa menangis sambil terbaring di lantai, dia hanya berharap dalam hati kalau siksaan ini cepat berakhir. Namun harapan Vina tampaknya hanya tinggal harapan saat secara tiba-tiba Tarno mengangkat dirinya lalu membopong dirinya dipundaknya.
Bu aku ke kamar dulu yah, aku masih mau lanjutin nikmatin tubuh perempuan ini. Sekarang kamu bersihin dulu aja rumah ini, entar kalau kamu dah selesai kamu bisa ikut aku buat siksa ini budak ucap Tarno yang membopong tubuh Vina sambil dia berjalan menuju kamarnya.
Setelah suaminya pergi Yati mulai berberes rumah, dia ingin semua ini cepat selesai dia tak tahan kalau dia harus membiarkan suaminya tidur bersama dengan Vina. Dia yakin dalam hatinya saat ini Tarno suaminya sedang melampiaskan nafsunya dengan penuh semangat, tak ingin ketinggalan agar dia bisa ikut menyiksa Vina majikannya Yati berusaha mempercepat pekerjaannya agar bisa cepat selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar